Konut_Sultra
Penggunaan Dana Bos SMP.N.1 Andowia Kecamatan Asera Kab.Konawe utara tidak ada transparansi yang di buktikan tidak adanya papan monitoring saat awak media kota bertandang ke Sekolah terebut rabu 10 mei lalu
Saat awak media menemui Kepala sekolah ibu Suhepia terkait papan monitoring,ibu Suhepia Dengan jawaban yang acu tak acuh menjawab bahwa papan proyek tidak perlu terpasang karena sudah ada di pertanggung jawaban.
Tingkah laku yang tidak memperlihatkan se orang pelayan publik dan tidak ramah dengan kedatangan awak media tergambar ibu Kepsek tsb Alergi terhadap PERS selaku lembaga kontrol sosial. dan berselang beberapa menit,tim Inspektorat dari Kabupaten Konawe utara datang di SMP.N 1 Andowia dan saat itu ibu Kepsek dan para guru panik saat tim Inspektorat mempertanyakan papan monitoring.
Dalam mengawal kegiatan tim Inspektorat,SMP.N. 1 Andowia di duga ada beberapa nama nama Siswa/Siswi yang di duga fiktif sebab pada saat pembacaan Absen oleh tim Inspektorat masih tertera di absen kelas,sementara siswa terebut sudah lama pnidah,bahkan ada nama siswa di kelas 9 sementara siswa tersebut pindah sejak kelas 8.
Dengan keganjalan nama nama siswa/siswi yang terdaftar di SMP.N.1 Andowia di duga sebahagian rekayasa,demi meningkatkan anggaran dana BOS yang selama ini kucur di SMP tersebut yang di buktikan tidak terpajangnya papan monitoring, olehnya itu kami berharap selaku mitra kerja, kiranya pihak penegak hukum Negara menanggapi dugaan adanya ke janggalan yang terjadi di SMP.N.1 Andowia demi penegakan supermasi hukum. rudia/mk.
Penggunaan Dana Bos SMP.N.1 Andowia Kecamatan Asera Kab.Konawe utara tidak ada transparansi yang di buktikan tidak adanya papan monitoring saat awak media kota bertandang ke Sekolah terebut rabu 10 mei lalu
Saat awak media menemui Kepala sekolah ibu Suhepia terkait papan monitoring,ibu Suhepia Dengan jawaban yang acu tak acuh menjawab bahwa papan proyek tidak perlu terpasang karena sudah ada di pertanggung jawaban.
Tingkah laku yang tidak memperlihatkan se orang pelayan publik dan tidak ramah dengan kedatangan awak media tergambar ibu Kepsek tsb Alergi terhadap PERS selaku lembaga kontrol sosial. dan berselang beberapa menit,tim Inspektorat dari Kabupaten Konawe utara datang di SMP.N 1 Andowia dan saat itu ibu Kepsek dan para guru panik saat tim Inspektorat mempertanyakan papan monitoring.
Dalam mengawal kegiatan tim Inspektorat,SMP.N. 1 Andowia di duga ada beberapa nama nama Siswa/Siswi yang di duga fiktif sebab pada saat pembacaan Absen oleh tim Inspektorat masih tertera di absen kelas,sementara siswa terebut sudah lama pnidah,bahkan ada nama siswa di kelas 9 sementara siswa tersebut pindah sejak kelas 8.
Dengan keganjalan nama nama siswa/siswi yang terdaftar di SMP.N.1 Andowia di duga sebahagian rekayasa,demi meningkatkan anggaran dana BOS yang selama ini kucur di SMP tersebut yang di buktikan tidak terpajangnya papan monitoring, olehnya itu kami berharap selaku mitra kerja, kiranya pihak penegak hukum Negara menanggapi dugaan adanya ke janggalan yang terjadi di SMP.N.1 Andowia demi penegakan supermasi hukum. rudia/mk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar