KONUT - Kepala sekolah SD.N.2
Andowia Kecamatan Asera bagaikan buah simala kama,pasalnya Dana BOS yang
seharusnya di peruntukan ke pada kebutuhan sekolah terpaksa harus di alihkan
ke kebun sekolah demi mematuhi kebijakan sang Bupati selaku penguasa wilayah.
Program jagung yang di canangkan Bupati Konawe Utara dalam rangka peningkatan percepatan per ekonomian masyarakat Konawe utara, ternyata bukan hanya para kepala Desa dan camat yang mendapat himbauan,namun kepala sekolahpun di tekankan untuk membuat kebun sekolah dengan menanam jagung sebagaimana yang di sampaikan KEPSEK SD.N 2 Andowia Hj.Juhaera ke pada awak media kota di ruang kantor SD.N 2 Andowia
Demi menyukseskan program jagung dan demi menjaga loyalitas terhadap pimpinan,terpaksa kepala sekolah menyewa alat Hand tracktor se nilai kurang lebih 2 jutaan untuk membersihkan lahan seputaran sekolah untuk di tanami jagung.
Di samping biyaya penyewaan alat pertanian yang di ke luarkan dana BOS, juga di triwula satu telah terjadi pemotongan 20% dan menurut KEPSEK di triwulan dua nantinya akan bertambah pemotongan dana BOS senilai 40% dan sampai saat di temui KEPSEK tsb. belum mengetahui peruntukannya.
Sebagaimana hasil pemantauan jurnalis media kota ke beberapa Sekolah baik tingkat SD maupun tingkat SMP. tidak memiliki papan monitoring penggunaan Dana BOS,sehingga tidak ada transparansi se cara publik, dan tidak menjaga kemungkinan terjadi dugaan penyalah gunaan anggaran di luar juknis. (rudia)mk
Program jagung yang di canangkan Bupati Konawe Utara dalam rangka peningkatan percepatan per ekonomian masyarakat Konawe utara, ternyata bukan hanya para kepala Desa dan camat yang mendapat himbauan,namun kepala sekolahpun di tekankan untuk membuat kebun sekolah dengan menanam jagung sebagaimana yang di sampaikan KEPSEK SD.N 2 Andowia Hj.Juhaera ke pada awak media kota di ruang kantor SD.N 2 Andowia
Demi menyukseskan program jagung dan demi menjaga loyalitas terhadap pimpinan,terpaksa kepala sekolah menyewa alat Hand tracktor se nilai kurang lebih 2 jutaan untuk membersihkan lahan seputaran sekolah untuk di tanami jagung.
Di samping biyaya penyewaan alat pertanian yang di ke luarkan dana BOS, juga di triwula satu telah terjadi pemotongan 20% dan menurut KEPSEK di triwulan dua nantinya akan bertambah pemotongan dana BOS senilai 40% dan sampai saat di temui KEPSEK tsb. belum mengetahui peruntukannya.
Sebagaimana hasil pemantauan jurnalis media kota ke beberapa Sekolah baik tingkat SD maupun tingkat SMP. tidak memiliki papan monitoring penggunaan Dana BOS,sehingga tidak ada transparansi se cara publik, dan tidak menjaga kemungkinan terjadi dugaan penyalah gunaan anggaran di luar juknis. (rudia)mk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar