Konut_Sultra
Hujan yang melanda
di beberapa daerah di Propensi Sulawesi Tenggara pada Bulan Mei banyak
menimbulkan dampak kerugian, ter utama
masyarakat petani dan masyarakat penambak ikan.
Desa Walalindu
Kec.Asera Kab. Konawe Utara, tidak luput dari kedatangan tamu yang tidak
bersahabat dan menenggelamkan persawahan serta lahan jagung yang belum siap
panen.
Adapun masyarakat
yang mengalami kerugian sebagaimana yang di sampaikan Kepala Desa Walalindu
Yokeng ke pada MK saat di temui di kediamannya" musim hujan ini, bukan
saja Desa lain yang mengalami kerugian, tapi kami juga di sini sama, masyarakat
saya yang ikut korban sekitar 15 Kepala keluarga gagal panen bahkan rumahnyapun
terendam air, Sawah mereka sekitar 10
hektar dan lahan jagung sekitar 5 hektar terendam banjir, dan bila di
nilaikan dengan rupiah,kerugian masyarakat berkisar ratusan juta rupiah"
Korban banjir yang
di alami masyarakat petani kali ini,bila di kalkulasi di setiap daerah dapat
mencapai miliaran,dan saat MK mempertanyakan petani jagung yang bakal dapat
asuransi bila gagal panen akibat faktor alam sebagaimana yang di sampaikan
Bupati Konawe Utara,DR.Ir.H.Ruksamin.MT. M.Si jawaban Kepala Desa tidak ada,
hanya saja mereka di beri waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman Dana.
Genangan air akibat
hujan yang tak kunjung redah selama dua pekan berturut turut bukan hanya
persawahan dan lahan yang di lalui
banjir, namun para penambak ikanpun tidak lolos dari hantaman banjir
yang mengakibatkan beberapa bobolnya tanggul tambak milik masyarakat Desa Sama
subur Kec. Motui. Dan Tulus Asmoro
meupakan salah satu korban bobolnya tanggul akibat hantaman banjir dan
kediamannyapun ikut terendam banjir sehingga kerugian yang di dapatkan mencapai
kurang lebih seratus juta rupiah.
Rudia/Mk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar