WAKATOBI - Kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya safrudin karyawan patuno resort terus saja bergulir, berdasarkan hasil penyelidikan yang di lakukan tim investigasi dari polsek wangi-wangi, Reserse dan intel kini telah menahan delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.
Dari beberapa hari lalu, kasus
tersebut telah memasuki tahap penyidikan. Di sinyalir dari delapan orang pemuda
yang di duga terlibat dalam penganiaayan tersebut dua diantaranya merupakan
siswa SMAN 5 Wangi-Wangi.
Di temui di ruang kerjanya, Selasa
(31/1), Kepala SMAN 5 Wangi-Wangi, Samsul Bahri, S.Pd, Membenarkan adanya
keterlibatan anak didiknya dalam kasus yang merenggut nyawa tersebut.
"Kami juga baru ketahui dari kunjungan pak kapolsek kemarin bahwa ada
siswa kami yg terlibat. Dua siswa berinisial LF dan SU masing - masing duduk di
kelas 3 PIS 1 dan 2." Paparnya
Tetapi, "kasus ini terjadi di
luar jam sekolah jadi bukan tanggung jawab kami. Namun, demi mencegah
terjadinya kasus serupa, kami akan memberlakukan pembelajaran ekstrakurikuler
di sore hari sehingga waktu siswa akan terpakai untuk hal - hal yang baik
saja." lanjutnya.
Sejauh ini belum ada sanksi yang di
berikan pihak sekolah, kedua siswa tersebut sedang di tahan oleh pihak polsek
untuk mengamankan keduanya dari amukan massa.
Dilain tempat, Kapolsek Wangi-Wangi
juga mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kejadian yang melibatkan anak
di bawah umur tersebut dengan melakukan penggerebekan tempat - tempat yang di
duga meproduksi minuman keras serta membekukan izin keramaian termasuk acara
joget untuk sementara waktu. (colly)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar