Wakatobi - Kondisi arus gelombang cuaca buruk menghilangkan kapal nelayan Km. Manusela 02 GT-6 hilang di perairan Wakatobi. Kapal nelayan ini berangkat dari Kecamatan Binongko untuk melaut pada Sabtu dengan tujuan mengambil ikan melalui alat tradisional berupa rompong dan diperkirakan 2 hari lamanya akan kembali namun sampai saat ini belum ditemukan.
Kapal yang ber nahkoda, Andi Kamaruddin ini dinyatakan hilang, Pada Rabu dengan 11 awak kapal lainnya sehingga masyarakat bersama pemilik kapal mulai melakukan pencarian. Namun tidak membuahkan hasil hingga ke esokan harinya melalui adik pemilik Kapal, Manusela 02 melaporkan secara resmi ke Polsek Binongko.
Menurut,AKBP Didik Supranoto, SIK, Kapolres Wakatobi, saat di temui di ruang kerjanya. Senin. Menjelaskan jika pihaknya menerima laporan dari Polsek Binongko selang beberapa hari kejadian sehingga langsung melakukan koordinasi ke pihak Basarnas dan koramil.
“Manusela 02 di perairan Pulau Binongko Laut Banda, kami bersama 4 anggota Basarnas Wakatobi termasuk pimpinan, 10 Anggota basarnas Bau-Bau, Koramil, Masyarakat dan pemilik kapal manusela 02, sehingga di bantu melakukan pencarian menggunakan kapal miliknya yang lain yaitu Km.Manusela 01 dan 04", katanya.
Dalam pencarian Kapal yang diketahui milik H. Haenudin ini, sesuai pengakuan Kapolres, sempat mengalami kendala karena gelombang arus yang cukup tinggi sehingga menyulitkan proses pencarian.
"Tingginya gelombang dan arus cuaca buruk menyulitkan kami dalam tahap pencarian, menurut radar Basarnas arus menuju daerah maluku, kami sudah menarik tim pencarian dari polres, yang masih mencari Km. Manusela saat ini Koramil, masyarakat dan lihat Basarnas Sudah koordinasi dengan pihak Basarnas Provinsi Maluku untuk meninnjak lanjuti Pencarian yang menuju Maluku". Tutupnya
Ketgam: foto kapolres wakatobi.
AKBP.Didik Supranoto,S.Ik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar